Kapan Nyusul???(Episode Walimah)

Saya baru saja bangkit dari peraduan di malam yang menanjak sepertiga yang pertama, hari yang cukup padat mengantarkan saya terlelap lebih cepat dari biasanya, tapi dasar tak biasa hanya dua jam mata ini kembali melek. Dan ketika terjaga, saya dikagetkan oleh sms dari salah seorang akhwat.

“Kak, sudah tau ada lagi akhwat yang akan walimah?”. Kembali teringat percakapanku dengan Akhwat Pembina soal akhwat yang akan menggenapkan setengah dinnya itu. Serta merta ku jawab singkat. “Iya”. Tak berselang beberapa detak jam, handphone kembali berdering. *Hm…wah hebohh nih…..*bisik saya dalam hati.

”Kakak taunya akhwat yang itu kan?”.

“Iya dek, siapa lagi. Sudah lama tersiar kabar itu. Kenapa?”

“ wah, akhwat laris manis yah?:-)”*Kali ini lengkap dengan smile lagi..duh dinda bisa saya bayangkan wajah sumringahmu melihat rekan-rekanmu dah menikah.

“Kapan nyusul kak?”*Pertanyaan yang sudah dua bulan ini sering terlontar dari akhwat-akhwat yang lebih muda pada kami yang “sedikit”lebih tua*he he he….enggan sekalian bilang tua ding!


“Yah…menikah saja dulu dengan dakwah dek. Nanti Insya Allah, Allah akan mendatangkan juga orang yang juga sudah menikah dengan dakwah. Yang jika keduanya bertemu maka akan menjadi kekuatan besar”

“Iya kak, sebuah nasehat yang sama dari ummahat yang pernah saya dengar”.

“Dan kita berprasangka baik saja pada Allah, untuk saat ini cukuplah sosok dakwah yang akan menjaga diri kita dari kemaksiatan. Bukan sosok suami”.

“ Setuju kak”.

“Kok belum tidur jam segini?”*Jam sudah menunjukkan setengah dua belas malam. Bukan jam yang biasa untuk membicarakan info hot. Kan sudah malam!Nah lho,ada hubungannya tak?

“Sebenarnya tadi sudah mau tidur, tapi karena akhwat pada sms bertubi-tubi soal walimah. Nda jadi tidurnya!’

“Ck ck ck…duh dinda, beritahu akhwat pesan dari saya mending heboh sms-an bicarakan masalah dakwah. Lebih ahsan dan itqan”*saya paham terkadang ditengah amanah dakwah yang bertumpuk, berita walimah cukup menjadi berita menyegarkan pelepas penat.

“Ok deh kakak……”

Sms terhenti.

Sudah dua bulan ini, tak henti-hentinya satu persatu awak kapal harus dijemput oleh jodoh yang sudah Allah takdirkan untuk mereka. Dan yang namanya jodoh, tidak bisa ditolak. Melihat itu sedikit ada rasa sedih, karena bagi kami rumah tangga adalah medan jihad utama wanita. Jika mereka masih single, mereka masih bisa mobile kesana kemari mengurus dakwah. Tapi, jika sudah menyangkut dengan sang suami kami juga harus tau diri. Pertanggungjawaban mereka dihdapan Allah kelak lebih berat Begitupun saya jika berada di posisi merek kelak. Dan sikap wasath memandang kondisi mereka adalah bukti ukhuwah yang dibangun atas prinsip tafahum wa ta’awun (Saling memahami dan saling menolong). Akhirnya hanya satu yang bisa kami sampaikan “Baraakallahu laka, wa baraka ‘alaika wa jama’a bainahuma fii khoir”

Iklan

Goreskan setiap yang berjejak, ramaikan dunia dengan bongkahan ide yang membangkitkan inspirasi.. Insya Allah dakwah bil qalam.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s