Menuju Amanagappa (Proposal)

Mengerjakan proposal betul-betul menguras energi, bagaimana tidak?. Terkadang karena keasyikannya saya mengerjakannya hingga waktu berlalu dengan cepat menunjukkan setengah 2 pagi. Hal itu berlanjut selama sepekan. Saya akhirnya tumbang di akhir pekan, karena selain mengerjakan proposal, akhir pekan yang bagi kebanyakan orang adalah pekan rehat justru terbalik bagi saya, tak ada kata istirahat di kamus saya, wajar saja akhwat sempat bilang kok pipi saya agak kempis (kelihatan kurus maksudnya, yah…emang ndak pernah gemuk Ukhti..). Saya tumbang, drop selama tiga hari. Semuanya terjadi di akhir pekan, dan agenda yang tertunda  ada 6 agenda. Banyak pihak yang dirugikan. Tapi, saya bahagia. Nah lho….karena perhatian selama saya sakit mengalir dari banyak orang terkasih. Mereka sempat ngomel, katanya saya pasti jarang makan. (Iya sih…tapi, saya bilang saya rajin kok) Tapi, setelah menatap wajah saya dicermin…memang saya Nampak kusam (Mau dicuci pake deterjen kali mukanya..he..he..). Mungkin Karena begadang ditambah sakit yang mendera. Mengerjakan proposal penelitian ini menuju Amanagappa bukan pekerjaan yang mudah, tapi saya tak habis pikir. Kok bisa yah, serumit ini? Karena saya melihat teman-teman saya begitu mudahnya mengerjakan proposal mereka. Saya tidak ingin mengatakan diri saya lalo alias telat loading. Tapi jujur, setiap kali saya ingin maju konsultasi,  maka saya langsung mundur mengecek kembali pekerjaaan saya, takut banyak kata yang salah yang tidak sesuai EYD ditambah lagi teman-teman yang selalu mengingatkan agar pengerjaan proposal harus sesuai dengan buku pedoman penyusunan skripsi. Saya harus bekerja perfect, tidak asal-asalan, meskipun saya tau saya tergolong orang yang lambat selesai (dah kelewat waktunya maksudnya, hampir lima tahun..Gubrak!). Tapi, it doesn’t matter. Dalam hal dunia kita harus lihat orang yang ada dibawah kita, kebalikannya untuk akhirat. Hadist ini sebagai salah satu motivator bagi saya, lagian juga beasiswa sudah cukup mnjadi andalan untuk membiayai segala kebutuhan akademik. Saya tidak mau jadi sarjana ecek-ecek. Saya ingin membawa penelitian ini di masyarakat, saya ingin instrumen penelitian saya bisa dipakai oleh banyak orang. Saya ingin dan ingin (Cita-cita jangan sampai bikin kamu jatuh Q!berusaha menasehati diri sendiri). Alhamdulillah, Allah memberikan pembimbing yang sangat baik, perhatian dan tau kapasitas saya, malahan saya diminta nambah variabel penelitian biar lebih biologi katanya. Jadilah, tiga rumusan masalah. Yah lumayan, nambah satu. Meskipun nambah satu tapi sebenarnya dua yang lain berubah total alias nambah masalah baru (Penelitian mah emang nyari-nyari masalah he…he..)Alhamdulillah  pembimbing memberikan solusi dengan memberikan data penelitian serupa untuk saya pelajari (Pertolongan Allah memang dekat, terima kasih Pak!). kata beliau analisis statistiknya sama dengan judul saya. Tapi, sempat malu juga sih harus minta data itu sampai dua kali karena flashdisk yang saya pakai untuk mengambil filenya ternyata badsector, alhasil hilanglah file itu dari fd. Meskipun dengan sedikit malu meminta, dan beliaupun sempat bertanya dengan kening berkerut mengapa filenya bisa raib namun, beliau dengan sabarnya mencopy-kannya. Kemudahan lain yang Allah berikan adalah kecocokan antara karakter pembimbing satu dan pembiming dua. Pembimbing satu adalah penasehat akademik sedangkan pembimibing dua ditunjuk langsung oleh prodi. Kedua pembimbing sama-sama saling melengkapi (Maksudnya karena pembimbing satu sibuknya luar biasa karena mengajar dibanyak universitas dan sekolah tinggi plus amanah lain yang  juga tidak sedikit) jadilah pembimbing dua menjadi lebih proaktif. Ditengah tekanan waktu yang memburu, Alhamdulillah banyak hal yang dimudahkan. Menuju Amanagappa part proposal ini akan terus berlanjut dengan part seminar, penelitian, seminar hasil, ujian meja, yudisium dan terakhir toga. Insya Allah, Allahumma Aamin….

Iklan

6 comments on “Menuju Amanagappa (Proposal)


  1. Bismillah,,

    Iya kakak,, jaga baek-baek diri ta, banyak akhwat diluar sana menunggu bimbingan ta,, heheheh
    semangat untuk proposalnya,,
    Sahhalallaahu Umuurakum
    Barakallahu Fiik,,
    ^^keep spirit^^

  2. Assalamu’alaikum…. 🙂
    tetep semangat Ukhty…..
    Ana dulu juga kuliah di Biologi dan penuh cobaan di akhrirnya..
    skripsi 2 tahun baru kelar… AlhamduLLah, Happy Ending… dan sangat memuaskan..:-)
    tetep semangat Ya…. 🙂

Goreskan setiap yang berjejak, ramaikan dunia dengan bongkahan ide yang membangkitkan inspirasi.. Insya Allah dakwah bil qalam.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s