Ada Cinta di KKN

Lantang

Genap 2 bulan saya ditugaskan di lokasi KKN, sebuah desa terpencil disalah satu kabupaten di Sulawesi Selatan. Diawal perjalanan masih terngiang setiap kalimat nasehat akhwat agar terus istiqomah, betapa hati ini terus bersyukur diberikan saudara yang selalu mengingatkan. Mulai dari nasehat buku apa yang harus dibawa untuk bekal dakwah, cara bergaul dengan teman seposko yang lawan jenis, jangan sampai putus kontak sampai yang paling ekstrim hati-hati dengan cinlok alias cinta lokasi. Cinta yang banyak melanda mahasiswa yang sedang dalam tugas mengabdi pada masyarakat. Cinta yang katanya membuat masa-masa KKN yang panjang menjadi lebih indah dan menyenangkan. Akankah saya bisa bertahan??Jauh dari saudari-saudari seperjuangan, jauh dari halaqah tarbiyah, jauh dari kesibukan yang menyita sebagian besar waktu saya saat berada di Makassar..Ya Rabbi..Akankah??Akankah saya bisa bertahan ditengah-tengah pergolakan batin yang menyeruak tajam saat syari’at Allah dilanggar dihadapan mata lantas saya hanya bisa menegur dalam gumam yang tak terdengar…

Oh Cinta..

Cinta yang harus saya hindari tak dapat lagi saya elakkan kini hadir dalam hati, hanya sebuah benih kecil lantas tumbuh subur hingga saya tak sanggup lagi mencabut akarnya yang menghujam kuat. Cinta itu tak mematikan tapi berpendar menghangatkan. Setiap hari bertambah getarannya seiring intensnya pertemuan, pandangan dan cengkrama..Hm..Cinta lokasi..

Harus saya akui kalau saya telah jatuh cinta, cinta pada lokasi KKN saya. Cinta pada santri saya, cinta pada masyarakatnya yang ramah dan mau menerima saya sebagai seorang akhwat, cinta pada pemandangannya yang membantu saya tiap hari untuk bertadabbur alam, cinta pada rekan-rekan saya yang memiliki jiwa-jiwa yang hanif, cinta dan cinta…

Setiap hari ada saja hal yang membuat hati saya semakin cinta, pertama dengan santri..pemandangan yang tak biasa yang saya saksikan di kota Makassar, kota kelahiran saya. Setiap sore menjelang ashar mereka akan lewat di depan posko KKN kami sambil tersenyum riang, mata mereka memancarkan sebuah harapan bahwa sore ini kami akan mengajarkan mereka huruf demi huruf Al Qur’an, dan nantinya saya akan menceritakan mereka tentang kisah peperangan Rasulullah dan para sahabatnya. Saling berboncengan bahkan ada yang harus mengendarai sepeda yang lebih besar ukurannya dari tubuh mereka. Jika selesai mengajar, saya akan berjalan kaki pulang bersama mereka. Semakin bertambah kasih sayangku pada mereka saat mereka mulai bertanya ini dan itu. Pernah suatu hari terlihat pelangi diatas gunung menyembul diantara awan, dengan antusiasme yang besar mereka bertanya. Mulai dari mana asalnya, bagaimana proses terjadinya, sampai kebenaran mitos bahwa orang yang menunjuk pelangi jarinya akan bengkok. Jika hari ahad tiba, kami selalu mengajak mereka untuk jalan-jalan menikmati pagi dan diakhir jalan-jalan itu adalah mandi di sungai dibelakang posko KKN.

Hm..jika ingat masa-masa itu, saya ingin kembali mengulanginya. Waktu berlalu dengan cepatnya, hingga masa pengabdian kami harus berakhir. Hari perpisahan itu sungguh mengharu biru. Mereka tak hentinya memeluk kami satu persatu, dan menanyakan kapan kami kembali. Terselip sebuah surat dari kertas buku tulis yang disobek bagian tengahnya ditujukan kepada kami. Sampai hari ini, surat itu terus saya pajang pada stereoform di dinding kamar saya. Tulisannya tidak serapi tulisan pada surat cinta, tapi ada garis ketulusan disetiap huruf yang tertulis disana. Surat itu memberi semangat bahwa kita harus terus berbuat kebaikan dimanapun kita berada..Santriku..aku mencintai kalian semua karena Allah….

 

(Malam terakhir di Lokasi penuh kehangatan, menikmati alunan jangkrik 22 Agustus 2010)

Iklan

3 comments on “Ada Cinta di KKN

Goreskan setiap yang berjejak, ramaikan dunia dengan bongkahan ide yang membangkitkan inspirasi.. Insya Allah dakwah bil qalam.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s