SENDIRI

Ketika keramaian tak mampu mengusir sepi, tetap saja merasa SENDIRI.

Ketika semangat tak mampu menepis gundah, tetap saja merasa SENDIRI.

Ketika gaduh tak mampu meredam diam, tetap saja merasa SENDIRI.

Ketika puluhan pasang mata memandang, namun tak satu pun mampu melihat lebih dalam, semakin merasa SENDIRI

Ketika harapan menjadi angin, SENDIRI semakin merajai.

SENDIRI, kata yang menemani dalam diam.

Dunia boleh melihat dengan tatapan aman, namun tak ada yang melihatnya di sisi kosong. Ada kata SENDIRI….

(My favorite place…merasa sendiri dari manusia, bukan dari pengawasanNYA)

Iklan

Goreskan setiap yang berjejak, ramaikan dunia dengan bongkahan ide yang membangkitkan inspirasi.. Insya Allah dakwah bil qalam.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s