Seikat Kata Maaf

Mari bercermin sejenak pada sebuah telaga bening bernama hati. Semoga kedalamannya memberi satu peluang bahwa masih ada ruang untuk sekedar membuka harapan pada sebuah kata maaf. Semoga telaga itu tak keruh penuh dengan prasangka, curiga dan kemarahan..

Tulisan ini saya buat untuk mewakili hati yang bersalah. Bersalah karena telah menyembunyikan satu hal yang besar menurutnya. Ianya tak berbohong, hanya tak ingin memberikan celah bernama kemarahan untuk berkuasa. Meski ia tau bahwa efek domino yang terjadi akan lebih besar bahwa ia tak akan dipercaya lagi. Ia memohon diampunkan karena tak ingin membagi duka pada banyak pribadi bukan karena ia tak percaya tapi karena ia tak ingin menyusahkan pihak yang memiliki tempat sendiri di hatinya, saudaranya. Ia menyimpuhkan kedua belah tangannya atas sikap yang tiada berkenan dibanyak kesempatan atas puluhan tanya untuk berkata “ya” sebagai jawabannya. Tapi mari beri sedikit momen untuk jiwa melihat jauh lebih dalam. Dengannya bisa kita pahami bahwa hangatnya kata maaf akan menurunkan tensi kekecewaan, agar mampu memberi solusi bagi hubungan yang retak menjadi rekat kembali. ia ingin memberi setangkai kata maaf, namun ia merasa belum cukup maka ia mempersembahkan seikat kata maaf, bila itupun tak cukup pula maka ia ingin menarik awan dilangit menggoreskan sebuah kata “MAAF” agar segenap makhluk menyaksikan betapa ia begitu menginginkan kebaikan pada setiap detik kehidupan yang berlalu.

“Maka sesuatu yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan- perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka dan ( bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim mereka membela diri dan Balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, Maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim”.

(QS. AsySyuura:36-40)

Maka maafkanlah dan selamat!anda telah berhati mulia.

(Diangkat dari cerita seorang adik yang sedang menunggu permaafan dari kakaknya..sabar yah Bu!I think he is a good man!Dont worry be happy…)

Iklan

2 comments on “Seikat Kata Maaf

Goreskan setiap yang berjejak, ramaikan dunia dengan bongkahan ide yang membangkitkan inspirasi.. Insya Allah dakwah bil qalam.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s