Stop Pamer Aurat!!

Saya mau berbagi pengalaman dengan mereka yang mengaku dirinya wanita muslimah. Yang mengakui Allah sebagai Ilahnya dan Rasulullah sebagai utusanNya. Juga kepada saudari-saudari saya yang masih ragu dengan janji Allah. Ini semua kumpulan pengalaman pribadi yang saya alami di sepanjang perjalanan menyusuri jalan di kota ini. Sedikit malu juga sebagai wanita. Ceritanya begini, waktu itu saya sedang jalan di depan pusat perbelanjaan di jantung kota Makassar, nah di tepi jalannya berjejer tukang becak yang kadang sedikit maksa untuk ditumpangi. Hmmm…mungkin tuntutan profesi dan asap dapur (hehe..). pas turun dari pete-pete (istilah angkot di Makassar) saya lantas melanjutkan perjalanan dengan kaki, soalnya kalau berhenti lebih depan lagi, khawatir supirnya bisa ditilang.

Cerita punya cerita, dalam perjalanan itu di depan saya juga ada seorang wanita yang berpakaian yang sangat kontras dengan kostum saya sebagai muslimah. Pakai high heel, rok pendek dan tank top yang dibalut dengan blazer lengan pendek warna nge-jreng, rambut habis di rebonding. Saya sih miris melihat penampilannya, tapi yang lebih galau lagi pas semua laki-laki dipinggir jalan plus tukang-tukang becak mengarahkan pandangannya pada sang wanita. Jarak saya sekira semeter dari gadis tadi. Saya tidak lagi memperhatikan sang gadis tapi memperhatikan bagaimana syaithan bekerja mengalihkan pandangan seluruh laki-laki ke wanita tadi. Sedangkan saya yang ada dibelakangnya dengan pakaian yang kontras (Jilbab lebar warna hitam lagi…) tak diperhatikan sama sekali (hhe..curhat. bukan ngarep diperhatikan cuma ingin membandingkan). Cewek-cewek model begini ada istilah sendiri di Makassar. Ada istilah cewek BUPATI alias Buka Paha Tinggi-Tinggi atau Gadis SEKWILDA atau sekitar Wilayah Dada (Na’udzubillah). Istilah ini boleh pinjam yah dari bapak-bapak yang pernah ngobrol dekat saya. Saya sempat dengar cuma bisa urut dada.

Itu baru salah satu pengalaman, di kali lain saya berada di atas angkutan umum. Waktu itu pete-petenya berhenti ambil penumpang. Sang penumpang adalah gadis cantik dengan rok pendek dan blazer warna senada. Perkiraan saya dia pegawai salah satu bank. Soalnya angkot memang berhenti di depan salah satu bank (Jiaaahh….hehe bukan perkiraan lagi tapi memang begitu *plak*). Pas duduk di jejeran penumpang, sang pegawai kerepotan menarik roknya lebih panjang untuk menutupi bagian yang terbuka (Ehem…saya enggan meyebutkannya!malu..) apalagi duduknya pas didepan saya. Hmm….ingin rasanya saya bilang “mbak, mari duduk sini samping saya. Biar saya bantu tutup pake jilbab saya. Masih muat kok buat nutup bagian yang terbuka”..tapi itu cuma dialog hati yang tak sampai. Belum lagi kalau penumpang model begini turun dari angkot. Kebayang kan bagaimana repotnya?.

Ada juga sebuah kejadian serupa di lain kesempatan dengan wanita yang berbeda namun kostum yang serupa, tapi kali ini saya mencoba sekilas memperhatikan laki-laki diatas angkot plus supir angkotnya. Saya tergelitik membuktikan hipotesis saya sekali lagi. Ternyata tadaaa…benar saudara-saudara! Semua mata tertuju padamu eh..padanya..bahkan parahnya lagi, supirnya suka membenarkan letak kaca di depannya untuk memperhatikan penumpang tadi. Saya cuma bisa leng geleng-geleng.

 

Kenapa Berhijab??

Perintah berjilbab dalam Al Qur’an sudah termaktub dengan jelas pada Surah Al Ahzab ayat 59.

“Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Apa iya wanita terhormat rela kalau bagian tubuhnya menjadi sebuah barang yang dengan mudahnya di pamer?bisa-bisanya sesuatu yang berharga itu dijadikan sebagai ukuran kecantikan. Saya ingin mengingatkan diri saya dan wanita muslimah bahwa penjagaan Allah kepada waniita yang menyempurnakan hijabnya sangat jelas dijanjikan dalam ayat ini. Lalu, siapakah yang paling menepati janjinya selain Allah?

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

“Wanita adalah aurat. Apabila ia keluar rumah syaithan akan mengintainya. Ia akan lebih dekat kepada rahmat Rabb-nya ketika ia berada di dalam rumahnya”. (Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Hibban)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah-Rahimahullahu Ta’ala- dalam kitabnya Al Fatawa:….Sebab keluarnya seorang wanita dari rumahnya merupakan sebab timbulnya fitnah..” betapa sang Nabi telah memberikan warning kepada kita –wanita- bahwa syaithan senantiasa mengintai kita. Secara umum bahwa ini untuk seluruh wanita, bahkan yang telah berjilbab syar’i sekalipun. Lantas bagaimana dengan yang memamerkan auratnya. Mengumbarnya seolah itu adalah keindahan yang harus dipajang dengan dalil seni. Na’udzubillahi min dzalik.

Wahai saudariku muslimah, yang paling berhak menjaga agar tubuh kita ini selamat dari naar adalah kita sendiri. Tidakkah kalian berfikir bahwa dengan memamerkannya di hadapan kaum lelaki, sesungguhnya kalian telah memanen dosa terus menerus sebanyak mata lelaki yang jelalatan melotot dari ujung kaki hingga ujung rambutmu yang indah tergerai.

Sebuah pesan singkat di handphone saya…

Kemuliaan wanita terletak pada sejauh mana ia menjaga kehormatannya

Stop Pamer Aurat!

Iklan

4 comments on “Stop Pamer Aurat!!

  1. saya membutuhkan sebuah pendapat dari anda tentang cara yang cepat agar jilbab bisa dipakai di indonesia terkhusus buat kaum muslimah sehingga jilbab tidak menjadi buah bibir di masyarakat sebagai busana yang kuno
    syukran sebelumnya

Goreskan setiap yang berjejak, ramaikan dunia dengan bongkahan ide yang membangkitkan inspirasi.. Insya Allah dakwah bil qalam.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s