Agar Bahtera Tidak Tenggelam

Bismillahirrahmanirrahim

Mata saya terus menerus memantau sudah sampai dimana update peserta yang ikut give away Kemilau Cahaya Emas (Hehehe..takut tersaingi..ah ndaklah..soalnya yang lain pada hebat-hebat sih, saya sih lewat..). sejak GA-nya di launchingkan, sang pemilik blog sudah mengabari kalau akan melaksanakan lomba dan hadiahnya adalah buku karangannya ditambah buku lain yang sepadan. Setelah melihat tanggalnya, saya berencana untuk berada pada urutan terakhir dan di detik terakhir sebelum pintu perlombaan menuju seleksi ditutup, sayangnya saya harus segera mengikutinya khawatir saya tidak kebagian tempat soalnya ruangan buat peserta lomba penuh sesak ditambah lagi semuanya duduk di kursi sesuai dengan nomornya. Saya hanya akan membuat sensasi bila duduk di kursi panas yang terakhir. Bayangkan jika semua mata tertuju padamu dan meminta cap jempolmu hehehe… *ngarep.com*

Hhh…maka akhirnya dengan memohon ridho Allah saya menuliskan aksara saya setahap demi setahap ditengah aktivitas saya mempersiapkan materi pelatihan dan seminar di malam ahad awal februari ini.

Dari sekian banyak tulisan di blog Kemilau Cahaya Emas yang semakin menyilaukan namun tetap menjadi lentera itu, saya sempat dihinggapi kebingungan memilih tulisan yang mana yang harus saya jadikan ulasan. Maklum, semua tulisannya bagus sih..(Hehehe..May, ini bukan dalam rangka nyogok pakai pujian yah?!Soalnya, saya kan jarang memuji kalau memang tidak layak dapat pujian. Nanti kalau Maya kelelep di lautan pujian, maka harus ada yang menggenggam erat tangannya agar selamat…*kok rada-rada ndak nyambung yah?Hehehe..tak apalah*

Tapi, ada satu judul yang melayang dan bermain-main di benak saya. Agar Bahtera Tidak Tenggelam (Hatta La Taghriq Assafinah). Alhamdulillah Ahaa..*sambil menjentikkan jari* saya menemukan yang pas. Cukup singkat, tapi pembahasan soal judul diatas bisa berbulan-bulan, bahkan bisa jadi blog ini akan sesak dengan kata-kata.

AGAR BAHTERA TIDAK TENGGELAM
Dari An-Nu’man bin Basyir Radhiyallahu’anhu, dia berkata, ‘Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda,
“Perumpamaan orang yang melaksanakan hukum-hukum Allah, berada pada hukum-hukum itu dan orang yang hanya mencari muka karenanya, seperti segolongan orang yang naik perahu. Sebagian di antara mereka ada yang menetap di bagian bawah yang kasar dan paling jelek, sebagian yang lain menetap di atas. Jika orang-orang yang berada di bagian bawah hendak mengambil air, mereka harus melewati orang-orang yang berada di bagian atas dan mengganggu. Mereka berkata, ‘Andaikan saja kita membuat lubang (untuk mendapatkan air) dari tempat bagian kita ini, agar kita tidak mengganggu orang-orang yang di atas kita’. Jika urusan mereka ini dibiarkan, tentu mereka semua akan binasa (tenggelam). Namun jika mereka dihalangi, tentu mereka semua akan selamat”.’
(Diriwayatkan Al Bukhari, Ahmad, At-Tirmidzi dan Al Baihaqi)

Sebuah bahtera bernama ‘Islam’

Yang diusung oleh mereka yang berhati baja

Dan  bermental mujahidah

Agar tetap melaju menuju pelabuhan jannah

Allah Azza wa Jalla dalam QS. Ali Imran :104 berfirman

Dan  hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar merekalah orang-orang yang beruntung.

Betul sekali, jika kita membaca ayat ini maka kita akan menangkap beberapa makna. Yang pertama, bahwa mereka sang Penyeru Dakwah adalah segelintir orang saja. Ingat!!Hanya segelintir saja. Di akhir ayat Allah lalu memberi gelaran kepada mereka yang segelintir itu sebagai Muflihuun atau orang-orang yang beruntung. Ya, dengan sangat mantap saya katakan bahwa seorang da’i adalah orang-orang beruntung. Jalan dakwah yang dipilih sang Da’I sebagai jalan kehidupan, adalah pilihan paripurna diantara sekian tingkatan atau level manusia. Tahukah kita, bahwa da’I adalah penerus risalah nubuwwah. Kedudukannya sangat tinggi, diatas kedudukan seorang da’I hanyalah tingkatan ke-Nabi-an. Tentu da’I yang dimaksud adalah da’I yang menyeru kepada Islam yang Syaamil wa Kaamil, Islam yang merujuk pada manhaj salafushshalih, Islam yang telah disempurnakan Allah sebagai Undang-undang kehidupan. Tiada kalimat yang paling tinggi dan yang paling utama melainkan kalimat yang menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?”(QS. Fushilat:33)

Agar bahtera tidak tenggelam, maka jangan biarkan ada dari ummat ini yang akan melubangi dek kapal hingga kita semua akan tenggelam di samudera bernama dunia lantas terbenam dan terjerembab di neraka merasakan panas yang tiada taranya.

Agar bahtera tidak tenggelam, jangan biarkan sebuah kecelakaan menimpa kita semua karena tiada yang mencegah orang lain dari berbuat dosa  dan juga meremehkan dosa kepada Allah.

Agar behtera tidak tenggelam, jangan biarkan ada yang berkata “Ini urusan Gue, urus urusan Loe. Gue mau masuk neraka kek, apa kek itu urusan gue”.

Agar behtera tidak tenggelam, jangan biarkan ada yang berkata “Biarkan saja mereka berbuat dosa, toh mereka tidak akan mengganggu kita. Atau kalimat “Biarkan saja, toh yang masuk syurga juga semakin sedikit saingannya” Na’udzubillah.

Apakah mereka tak membaca ayat ini :

Dan  peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. dan ketahuilah bahwa Allah Amat keras siksaan-Nya.(Qs. Al Anfaal:25)

Ingatlah, adzab itu akan berlaku rata tanpa pandang bulu ketika ada saja pribadi yang ‘cuek’ dengan ke-zhalim-an orang-orang disekitarnya.

Ingatlah, jika keburukan menjadi raja sehingga terlihat sebagai sebuah hal yang lumrah sedangkan kebaikan menjadi sebuah hal yang asing karena tiada yang menyerukannya..maka doa-doa kaum muslimin akan tertahan di bumi dan tidak akan naik ke Langit ke tujuh.

Tak inginkah kita mendapat janji pertolonganNya??

Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.(QS. Muhammad:7)

Agar bahtera tidak tenggelam, maka berdakwalah

Sebagaimana pesan Rasulullah Shallallahu’Alayhi Wasallam yang kurang lebih maknanya sampaikanlah dariku walau satu ayat. Mustahil dari satu setengah milyar kaum muslimin tidak punya hafalan Al Qur’an dalam dadanya untuk disampaikan. Mustahil jika ada kaum muslimin tidak menghafal Al Fatihah, maka sesungguhnya setiap mukmin memiliki kewajiban untuk mendakwahkan 7 ayat pada Al Fatihah.

Jangan biarkan bahtera ini karam, dan jadilah orang-orang yang beruntung serta yang paling baik perkataannya di muka bumi ini.

Wallohu a’lam

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Kemilau Cahaya Emas yang diselenggarakan oleh Nurmayanti Zain.

Iklan

21 comments on “Agar Bahtera Tidak Tenggelam

  1. *deg!
    merinding…
    Ya Allah Ya Rabb
    Agar Bahtera Tidak Tenggelam, mari kokohkan barisan perjuangan Islam sehingga nantinya di bumi Allah akan penuh sesak dengan kalimat Laa ilaha illallah Muhammadarrasulullah. Allahu Akbar!

    kak, kalo tenggelam ka, berenang ki selamatkan ka nah
    apalagi di lautan pujian, buuuhh- mati ma

    ——————-
    sudah terdaftar
    terima kasih atas partisipasinya kak Rezky 😀

  2. Hehehe..
    Sekali lagi saya bikinki terantuk batu yah??Ato ketiban tangga??Diterpa badai??or tersapu angin dan hujan..

    Tapi May..tidak tauka berenang..gaya dada ji saya tau, yang gaya melambaikan tangan sambil kelelep juga..:D
    Yup,,,berpartisipasi dan memilih karya yang terbaik..

    • Iya di’???

      Aiihh…ku todong memang tong yg bikinki ini lomba.,kalo saya mauka dulu lihat2 bukunya, soalnya sebenarnya na janjika mau kasih buku biar tidak ikutka lomba tapi biar fair ikutka juga…jadi bisaka dapat dobel sebenarnya..hehehe 😀
      *ngarep.com*
      Kita iya dek kenapaki tidak ikut??
      Hitung2 persaingan sehat sesama akhwat FUM…jejejeje…

Goreskan setiap yang berjejak, ramaikan dunia dengan bongkahan ide yang membangkitkan inspirasi.. Insya Allah dakwah bil qalam.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s