Saya Memanggilnya May…

Bismillahirrahmanirrahim

Saya mengenalnya dengan dakwah sebagai latarnya. Pertemuan bulanan yang kerap kali kami adakan untuk saling berkonsolidasi. Satu atau bahkan dua kali sebulan. Selebihnya kami hampir tidak pernah banyak terhubung bahkan kalau boleh jujur semua sebatas formil spirituil. Selain karena kesibukan masing-masing, lebih tepatnya tak banyak waktu untuk saling berbagi cerita. Sampai akhirnya takdir Allah sedikit demi sedikit mengubah keadaan itu. Beberapa bulan sejak diberi amanah mendampingi Maya, saya terkadang dihinggapi tanda tanya. Apa pasalnya? Sebab ia hampir tidak pernah membalas sms atau mengangkat telpon saya. Ketika melewati rumahnya yang tepat bersebelahan dengan lokasi wisata hisbah pun, saya hanya bisa menatap dari kejauhan dan bergumam lirih “Munginkah Ia ada dirumah di siang hari sibuk seperti ini?” dan saya membiarkan tukang becak mengayuh becak tanpa menahannya berhenti sejenak didepan rumah Maya. Sempat ragu, bingung dan khawatir bercampur menjadi satu adonan yang entah akan berbentuk apa jadinya jika keadaan terus seperti ini padahal ia adalah tim work saya.

Akhirnya kedekatan itu terbangun dari satu sisi yang tak terduga. Berawal dari langkah kaki saya berselancar di dunia maya. Sebuah aktivitas yang hanya saya tekuni saat saya akan mengerjakan tugas kuliah atau mengirim dan menerima email. Selebihnya update tulisan di blog pribadi saya yang masih abal-abal dan asal.

Pertama mampir di depan rumah inspirasinya, saya dibuat takjub oleh cat rumah yang apik dan cantik. Saya berusaha meninggalkan jejak lewat komen. Entah apa di benak Maya saat itu saat sosok seperti saya yang jauh dari stigma blogger sama sekali, mampir dan berkunjung ke rumahnya. Dan dari celah itulah kami mulai mengakrabkan diri. Ada-ada saja hal yang bisa kami bincangkan soal ini itu di dunia maya saat bertemu. Suatu hari ia mengirimkan sebuah pesan singkat mengenai buku yang akan ia terbitkan, jujur saya tidak menduga ia akan meminta pertimbangan demikian, tapi itulah Maya.

Mengalirlah banyak hal, topiknya tidak jauh-jauh tentang dunia kepenulisan disamping topik utama dipersatukannya kami dalam tim work. Saya semakin bisa membaca karakternya yang selama ini jujur saja dan sekali lagi saya harus jujur, ia sangat berbeda secara personal di dunia maya dan di dunia nyata yang saya hadapi. Terlebih kekhawatirannya akan saya yang sangat suka membongkar karakter siapa saja. Ia bahkan bisa sampai guling-guling di lantai jika saya menyatakan sesuatu yang membuatnya malu. Hehehe..Maya..Maya..apakah saya masih akan menemui hal itu dek?? Tentang Maya dan karakternya telah saya jawab dari tulisan berantai 11-11-11.

Rencananya Saya akan mempercayakan padanya banyak hal, termasuk amanah dakwah yang semakin menumpuk. Namun, takdir Allah sekali lagi akan mengantarkan perpisahan kami. Maya harus mengabdikan bakatnya untuk kemaslahatan yang lebih besar, sedangkan saya akan terus berkutat dengan hal yang telah saya tekuni selama enam tahun lamanya. Hmm..yah satu lagi, namanya Maya itu sangat terkenal di dunia maya. Saya bahkan dibuat geleng-geleng sebab saat mencoba mengetikkan namanya di mesin pencari google, sebelum sempat sempurna mengetikkan namanya maka google telah menampilkan kemungkinan nama yang akan saya ketikkan, dan itu namanya.. Nurmayanti Zain. Dek. ternyata dikau adalah blogger yang terkenal yah?? Itu apa istilahnya yah May??

Pesanku, bertakwalah kepada Allah dimanapun berada. Kemuliaan itu adalah milik Allah, jika Allah memuliakan seorang hamba maka tak ada yang dapat menghinakannya dan siapa yang telah Allah hinakan maka, tak ada yang bisa memuliakannya. Dakwah itu kudu bin wajib, nah bil qalam itu jadi pilihan dari sekian pilihan.

Saya memanggilnya dengan sebutan May..kali ini saya ingin Ia dumba-dumba gleter dengan tulisan ini (Hehehe…ini bahasa Makassar. Untuk translate-nya silahkan tebak sendiri).

Dari 8 menuju 9 Februari 2012, saat kokok ayam jantan saling bersahutan.

Iklan

12 comments on “Saya Memanggilnya May…

  1. Ya Allah Ya Rabb…
    kakak membuat air mataku mengalir…
    entah kenapa entah karena sebab apa
    lebih dari sekedar dumba-dumba geleter, ini rasa apa ya?
    hmm… kakak… kakak…

    uhibbukifillah…

    • Hahaha 😀
      Duh..ternyata saya bisa bikin lebih dari itu dek..
      Silahkan tanya Maya..Hahaha..ketawa teruska kalo ingatki..

      Yuk kita smua mengeratkan ukhuwah kita dgn cara yg “sedikit” berbeda dan dgn cara yg smakin memekarkan cinta dan menyerbakkan wangi keimanan..

      • hahahaha jammaki kak deh 😀 saya bom ki itu bombe~ eh nda ji :p
        malu-malu ma seng *tutup muka

        sedikit berbeda~ ahiiihihhih manis sekali

  2. aku terdampar disini, saat menelusuri jejak siapa sih Nurmayanti Zain. jujur, ia sebegitu terkenalnya di dunia maya. tapi tak satu pun foto yang berhasil aku temukan. itu yg membuat aku salut, plus penasaran dgn sosoknya. tapi dari tulisanmu ini, kyknya kamu udh sering ketemu dgn Maya ya di dunia nyata?
    seperti apa sih dia?
    aku jg seringkali memanggilnya May…

    oya, salam kenal ya

Goreskan setiap yang berjejak, ramaikan dunia dengan bongkahan ide yang membangkitkan inspirasi.. Insya Allah dakwah bil qalam.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s