Putri Pelangi dan Putri Bulan

Saya lebih senang memanggil keduanya dengan putri-putri bias cahaya. Karena pelangi terlukis oleh bias mentari dikala hujan, dan bulan bercahaya merefleksikan sinar mentari.

Gambar

Putri Pelangi

Dia datang tanpa diduga di saat saya lebih suka menyudut di ujung belahan bumi silih berganti. Kemampuanya menyungging senyum bagi siapa saja yang bersua dengannya. Ah, membayangkannya bersanding dengan lelaki hujan sungguh aku tak sanggup. Meski saya sangat tau, gelar putri pelangi dan lelaki hujan agaknya serasi gak ketulungan.

Hari-hari saya diwarnai dengan bias warna itu. Bias warna yang memanjakan mata. Ia sukses hadir dalam hidup saya memberi warna dengan gelengan kepala berkali-kali saat ia berulah. Rasanya malam yang bisa dilewati dengan nyanyian jangkrik harus pecah karena “kegaduhannya”. Sehingga timbul tanya dalam benak saya, Pelangi di malam hari? Mungkinkah? Tapi, itulah faktanya. Sayangnya hanya sedikit orang yang pernah menyaksikan pelangi di malam hari. Ia bisa berceloteh panjang dengan banyak hal, bahkan terkadang malam hanya bersisa sedikit untuk beristirahat. Saya harus merelakannya. Toh, bagi saya nothing to lose mendengar ceritanya yang tak habis-habis. Keseruan demi keseruan hadir. Tapi, saya sempat dibuat terperanjat saat dibalik keceriaan itu terkadang ia menangis. Menangis karena mungkin telah bertindak konyol dengan “keceriaannya”. Bagi mereka yang tak paham mungkin akan berfikir aneh dengan gayanya. Tapi bagi mereka yang sepemahaman, hal itu adalah kelaziman yang mewarnai hari-hari putri pelangi dan teman-temannya.

Suatu malam, ada hal yang kurang. Kicauannya yang biasa terdengar kini hilang ditelan suara jangkrik malam. Mungkin ia perlu menata diri, ataukah ada hal lain yang saat kutanyakan hanya dijawab dengan sebuah senyum. Senyum yang mewakili sejuta makna. Bukan lagi cerita yang tak habis-habis. Meski demikian, putri pelangi tetaplah putri pelangi. Ia akan terus membawa warna, walaupun saya hanya akan menyaksikannya dari kejauhan. Karena Aurora memang hanya ada disudut bumi.

Putri Bulan

Gambar,

Saya dibuat pusing olehnya. Pusing dengan banyaknya hal yang ia ceritakan pada saya. Tentang bumi yang ia kitari, tentang bintang yang mengerdipkan mata padanya, tentang petir yang bergemuruh dan masih banyak lagi. Seperti putri pelangi, Ia tak pernah kehabisan bahan cerita. Terkadang saya bingung memosisikan diri seperti apa. Kisah yang ia angkat membuat saya berfikir untuk segera mengakhiri pembicaraan kami, meski terkadang terselip rasa penasaran dari cerita-cerita tersebut. Seperti putri pelangi, ia pun mewarnai hidup saya untuk beberapa waktu hingga saya merasa sedikit “terusik” dengan lakunya. Laku yang kadang menurut saya belum pada tempatnya. Karena meski waktu mengantarkan perjalanan saya menyendiri yang begitu panjang, saya masih nyaman untuk tetap merasa sendiri. Atau dengan kata lain saya hidup lebih realistis.

Putri bulan, terlalu banyak misteri Langit yang Ia simpan sendiri. Terkadang putri pelangi dan putri bulan tersenyum sumringah tanpa sebab. Seolah hidup itu tidak ada susahnya.

Yah, kini putri pelangi dan putri bulan kembali ke rumah mereka masing-masing. Entah kapan mengunjungi aurora di sudut bumi. Mungkin mereka akan sibuk dengan tugas-tugas baru mereka bersama putri lainnya. Biarkan waktu yang menjawab. Bahkan, mungkin itu lebih baik tanpa keterlibatan saya lagi didalamnya. Aurora tetaplah aurora yang membias cahaya di bidang magnetis bumi.

—0—

#untuk mereka yang belum sempat saya ceritakan di masa sibuk kemarin. Ini hadiah kecil dari saya untuk kalian. Semoga bisa menjawab banyak hal diantara kita. Tetaplah ceria dan berwarna. Saya masih menunggu ajakan menemani berta’aruf. 🙂

Iklan

7 comments on “Putri Pelangi dan Putri Bulan

  1. Semoga warna-warni putri pelangi dapat membuat siapa saja yang melihatnya tersenyum. Dan semoga cahaya putri bulan dapat menerangi bumi di saat mentari tak lagi bersinar sehingga menenangkan hati.

Goreskan setiap yang berjejak, ramaikan dunia dengan bongkahan ide yang membangkitkan inspirasi.. Insya Allah dakwah bil qalam.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s