Transaksi Masa Depan

Bismillahirrahmanirrahim

transaksi masa depan

Saya yakin kalau hari, tanggal, jam, menit bahkan detiknya telah tercatat di lauhul mahfuzh. Tugasku adalah menjemputnya dengan Ikhtiar, doa dan tawakkal.

 “Penelitianmu ini tidak masuk akal?”

“Mana ada konsep diri bisa diteliti oleh seorang Mahasiswi Biologi macam kamu?”

Wajah saya pias mendengar kata-kata kaprodi sore itu. Hasil menunggu sejak pagi dalam antrian konsultasi berakhir tragis dengan penolakan mentah-mentah. Dan itu terjadi di hadapan para yunior yang juga ikut konsultasi.

“Teori siapa yang kamu pakai?”tanyanya kembali.

“Sangat sulit membuat alat ukur variabel ini. Mana angket penelitianmu?” sambil membolak balik proposal saya, meskipun sudah melihat angket dibagian lampiran tapi tetap saja kaprodi menolaknya dengan alasan belum pernah diujikan dan saya bukan mahasiswa psikologi. Titik!.

Saya cuma bisa terdiam, terdiam karena saya tau tindakan sia-sia untuk “melawan”. Mengajukan argumen berarti mencari masalah. Sesekali tersenyum pada lantai itulah yang paling bisa saya lakukan. Saya ingin itu menjadi pertanda bahwa saya pasrah. Pasrah oleh sebuah penolakan proposal penelitian saya. Sejauh ini, mengapa sejauh ini baru ditolak? Sekiranya boleh meminta lagi, saya meminta agar sejak awal judul penelitian sudah dipental jauh-jauh. Setidaknya saya tak perlu berpayah-payah menyusun proposal ini.

Saya keluar dari ruang prodi dengan langkah gontai. Menatap map biru berisi proposal yang dipental itu. Saya tidak akan menyerah, itu tekad saya. Saya harus berusaha dan terus berusaha. Kalo penelitian ini jauh berbeda dengan yang lain, maka itu pilihan. Think out of box!

Esoknya saya menghadap ke pembimbing satu, hasil pertemuan itu cuma menyimpulkan kalau saya harus maju lagi dan lagi dengan tetap membawa argumentasi tak terbantahkan bahwa saya harus punya angket variabel penelitian yang dimaksud dan telah diujikan sebelumnya. Entah saya harus mencarinya langsung di jurusan psikologi atau mencarinya di kolong langit manapun. Dan disitulah letak pencarian besar-besaran dimulai. Perpustakaan kampus saban hari saya jabanin, googling jurnal internasional jadi hobby, dapat sih tapi in english. Kudu ditranslate dan harus divalidasi pula, sedangkan waktu mepet. Coba-coba tanya mbah Google adakah bukunya. Alhamdulillah, pencarian panjang berbuah hasil. Bukunya bisa ditampilkan online. Senang bukan kepalang, bak menemukan harta karun yang terpendam. Maka asiklah saya membaca halaman demi halaman. Tapi, saya harus kembali dibuat kecewa karena beberapa halaman yang menjadi bagian terpenting akhirnya tak dapat terbaca. Hey, itu memang bukan gratisan. Jadilah saya hampir menangis ala bombay. Akhirnya saya putuskan hunting buku itu untuk saya beli. Nah, keliling-keliling toko buku yang ada di Makassar hasilnya nihil. Berhari-hari saya mencari.

Plak!kenapa tidak beli online saja? Ck, dari mana saja saya ini? Jaman digital begini, orang yang lagi galau saja bisa berbagi kegalauan ke dunia maya. Nah, tanya om google lagi, adakah buku itu dijual. Alhamdulillah, stok kosong. *tertawa kecut. Gramedia dan Amazon, kosong!. Alhamdulillah, buku itu ada di bukukita.com, tapi lagi-lagi saya meragu. Meragu akankah ini lancar. Kekhawatiran uang melayang, penipuan dan kasus-kasus pembelian online yang jadi momok membuat saya surut langkah dalam membelinya.

Saya berusaha berpositif thinking, setidaknya saya harus mencoba. Mencoba lantas gagal lebih baik daripada tidak mencoba. Setidak-tidaknya saya sudah tahu kalau saya tak perlu beli buku di toko buku online itu lagi kan?. Maka, saya putuskan untuk meregistrasikan diri saya sebagai pelanggan, step by step saya lakukan sesuai petunjuk. Sampai akhirnya tiba pada bagian metode pembayaran. Transfer jadi pilihan. Sebuah email masuk, dari sales buku kita yang memberi pedoman pembelian dan pembayaran. Saya memantapkan langkah menuju ATM BNI. Masukkan kartu, pin dan pilih transaksi. Transaksi done! Total transfer Rp 43.080 dengan waktu pengiriman 4-6 hari. Oke, saya akan sabar menanti kedatangan buku itu. Buku yang nantinya banyak membantu penelitian saya.

transaksi masa depan

Enam hari sudah lewat, setiap hari saya bertanya pada seisi rumah apakah kiriman saya telah datang. Semuanya menggeleng. Gelengan yang saya peroleh setiap hari melahirkan sebuah tanya akankah buku itu datang? apakah saya harus merelakan uang saya melayang tanpa hasil? Bukan, bukan cuma uang tapi setetes embun harapan penelitian saya. Ini buku pamungkas sodara. Tak ada itu, maka penelitian saya akan mengawang-awang. Akhirnya saya memilih melupakannya saja. Putus asa? Mungkin. Biarlah, saya mungkin tak berjodoh dengan buku itu. Speechless dan hopeless beradu jadi satu. Sepertinya saya harus menyerah saja dengan mengajukan judul baru, buat proposal lagi dan konsultasi berkali-kali. Semuanya jadi seperti masa depan yang suram. Bayangan yudisium dan gelar sarjana semakin jauh. Ya Allah..

Suatu sore di hari ke-10 dari transaksi akhirnya sebuah bungkusan mendarat di atas tempat tidur saya. Kakak saya melongok dan berkata kalau kiriman JNE datang siang tadi. Dengan gemuruh di dada saya membukanya perlahan, lapis demi lapis. Mata saya berkaca, nafas saya tertahan sesekali, harapan yang semula meredup kini berpendar kembali. Alhamdulillah tabaraka wata’ala, buku itu akhirnya sampai ke tangan saya.

Rasanya beban yang terpanggul berton-ton itu kini lolos satu persatu. Manis. Mengharukan. Dan ada bagian penting didalamnya adalah saat harus membeli buku secara online. Ya, inilah transaksi masa depan. Dan saya semakin yakin bahwa setiap usaha menjodohi solusi.

Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (QS. Al Insyirah:5-8)

Cerita ini diikutsertakan dalam Arr Rian’s Giveaway -Pengalaman Belanja Online-

Giveaway copy

Iklan

15 comments on “Transaksi Masa Depan

Goreskan setiap yang berjejak, ramaikan dunia dengan bongkahan ide yang membangkitkan inspirasi.. Insya Allah dakwah bil qalam.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s