Jadilah Pemenang Sejati

turn to Allah

Keindahan sesungguhnya dalam sebuah perjuangan bukan pada hasilnya. Tapi kenikmatan-kenikmatan yang timbul dari proses perjuangan tadi (Pepatah Bijak)

Hari-hari terasa begitu berat dilalui saat pendengaran senantiasa dibanjiri oleh matriliur kata dari yang dicinta. Mereka orang tua kita. Dari rahimnya kita lahir, dari tangannya kita merasakan hangat saat jutaan anak diluar sana ringkih dengan angin, hujan dan terik tanpa penghalang menerobos kulit dan tulangnya. Kita bersuka cita. Dalam suka cita, masa-masa berlalu. Kita mulai memahami arti hidup meski dengan mengeja dan terbata-bata. Kita memaknai hidup sesederhana angin yang menyapa awan hingga hujan hadir. Kita menyelami hidup sesederhana bahwa hidup adalah hadiah yang tak boleh tersiakan oleh sekedar cita-cita sebatas gelar duniawi. Kita mulai memahami, bahwa ada masa saat kita harus bertanggung jawab pada semua karunia itu.
Namun, makna tentang hidup itu ada kalanya bertabrakan dengan makna hidup mereka yang kita cinta. Saat berseberangan menjadi saat paling menyayat hati. Kata-kata bahwa kita egois, sesat, durhaka atau apapun itu seakan telah mengakhiri seluruh perjalanan panjang suka cita sejak kecil. Seketika kita terkesiap, kita terlihat mencolok bagi mereka yang kita cinta. Seketika kita rapuh dan mulai meragu pada hidup yang kita pilih. Perjalanan semakin panjang saja. Timbul Tanya yang berulang disertai bisikan pada dada kita bahwa kita telah durhaka, kita telah melukai hati mereka yang kita cinta atas pilihan hidayah ini. Yah.. kita tersudut.
Tapi.. hidup sebagai pejuang telah kita junjung tinggi. Sejatinya kita tak pernah durhaka pada mereka, sejatinya kita tidak egois, kita menjadi anak yang paling berbakti bahkan menjadi anak yang paling peduli. Mengapa demikian? Karena kita telah meringankan beban Tanya pada hari kita akan berlari satu sama lain. Hari dimana orangtua akan berlari dari anaknya, sahabat akan saling berlari menjauh, enggan menjawab disebabkan guncangannya yang begitu dahsyat.
Kita butuh sabar. Karena sabar adalah pakaian para pejuang sejati. Kita butuh sabar dengan menebalkan hati hari demi hari, agar luka sayatan tak lagi terasa. Yang dirasa hanya siraman iman dan hidayah yang mengalir. Bersabarlah melalui hari-hari panjang dan melelahkan. Bila hati telah merindui syurga, bila hati telah bercita pada ridhaNya maka kita tak sendiri.
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan Kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (QS. Fushshilat:30)
Jadilah sejatinya pemenang. Sebab pemenang sejati dalam sebuah perjuangan panjang dan melelahkan adalah mereka yang teguh nan sabar.
Tulisan ini dipersembahkan untuk Indri, Dwi, Asri Wulan, Hersyah dan adik-adikku di jalan Allah dalam perjuangan ketaatan. Uhibbukunna Fillah. Disini kita memulai perjuangan, disini kita bersama melaluinya, disana kita mengakhiri, disana kita bersama kelak. Di jannah, insyaa Allah.
Iklan

5 comments on “Jadilah Pemenang Sejati

Goreskan setiap yang berjejak, ramaikan dunia dengan bongkahan ide yang membangkitkan inspirasi.. Insya Allah dakwah bil qalam.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s