Suatu Yang Pasti

Bismillahirrahmanirrahim

Untuk suatu yang pasti, mengapa meragu?

Untuk suatu yang tak terbantahkan, mengapa tak bersiap?

Gambar

Adakah hal yang absolut didunia ini?? Ada. Itulah kematian. Kematian yang akan senantiasa mengintai setiap jiwa, yang harus selalu diwaspadai kedatangannya. Sebagaimana telah diberitakan dalam kalamullah yang tak terbantahkan, Baca lebih lanjut

Membangun Peradaban

Gambar

Ketika diberi masa untuk mencetak generasi maka, disitulah kita membangun peradaban.

“Hhh… sudahlah, kau tak membantu sama sekali. Aku menghubungimu untuk ditenangkan menghadapi ini. Tapi, sudahlah”. Desahnya lirih.

“aku bicara lebih realistis. Memang kamu butuh itu kan? Tapi ini sudah diluar kebiasaan”. Sergahku sengit.

“Sebentar kita lanjut. Aku sudah mau pulang dan tidak mungkin berbicara diatas motor. Okey?” lanjutku.

“Hmm… aku tidak janji bisa nelpon lagi. Assalamu alaaikum”

“kamu harus menelepon lagi, wa’alaykumussalam”.

Tut, tut, tut…

Telepon genggam ditanganku kumasukkan ke dalam saku tas. Senja kemerahan mengantarku pulang ke rumah. Itu percakapan dengan sahabatku via telepon sore itu. Sepanjang perjalanan aku berfikir, betapa kasihannya sahabatku menjadi guru yang tak digaji berbulan-bulan. Sekolah baru yang ditempatinya mengabdi belum mampu membiayai gaji guru-gurunya, karena masih harus berusaha memenuhi kelengkapan berkas agar layak dinyatakan sebagai sebuah sekolah berstatus negeri. Baca lebih lanjut

Putri Pelangi dan Putri Bulan

Saya lebih senang memanggil keduanya dengan putri-putri bias cahaya. Karena pelangi terlukis oleh bias mentari dikala hujan, dan bulan bercahaya merefleksikan sinar mentari.

Gambar

Putri Pelangi

Dia datang tanpa diduga di saat saya lebih suka menyudut di ujung belahan bumi silih berganti. Kemampuanya menyungging senyum bagi siapa saja yang bersua dengannya. Ah, membayangkannya bersanding dengan lelaki hujan sungguh aku tak sanggup. Meski saya sangat tau, gelar putri pelangi dan lelaki hujan agaknya serasi gak ketulungan. Baca lebih lanjut

Serambi Madinah Bertabur Cinta

pamflet TERAS

“Karena kita cinta, mencintai Sang Cinta, mengutamakan Cinta diatas Cinta. Karena Cinta itu kerja aktif bukan pasif. Hanya ada satu cinta, yang terpatri didalam ribuan hati, hingga setiap hati merengkuh hikmahnya masing-masing dalam kesatuan jutaan hikmah. Bersama menabur Cinta pada bumi Serambi Madinah”. (Akhwat Pejuang)

Terkadang kita dihantui ketakutan yang berlebihan, merasa tidak mampu, kurang motivasi, atau mungkin pandangan bahwa tidak untuk saat ini..
Tetapi, perjuangan itu sejatinya menguras rasa ketakutan yang berlebihan, mencabik rasa tidak mampu, mengoyak pandangan pesimis..
karena kita yakin ada Allah yang membersamai, selama ikhlas terus terjaga dan ittibaurrasul mengiringi..
maka, teruslah bergerak, bergerak dengan teratur, terukur dan terarah, hingga tak terasa kaki telah berpijak di tempat seharusnya kita beristirahat.
dan itu bukan disini..

#Untukmu Pejuang Cinta yang menjejak bumi serambi Madinah.

Sajak Tanpa Judul

Pada sebuah cita dan cinta yang tersingkap perlahan, kurengkuh perlahan dengan kedua belah tangan.

Jika hari ini adalah yang terakhir, maka izinkan kutarik garis yang takkan pernah lagi memisahkan kita untuk selamanya, yah selamanya.

 Gambar

Apa kabarmu wahai pejuang?

Detik berlalu tanpa kabar yang terbawa angin

Meski sekadar arus hangat yang menyebar

Ada ruang kosong dengan kealpaanmu

Tak ada yang ingin mengganti, karena itu adalah hak mu Baca lebih lanjut

Rindu

Gambar

Pada rindu yang membuncah

Terbentang lautan memisah

Dalam detak jantung yg memacu

Aku tertahan

Pada mula yang tak mulus

Kita merasa

Merasai rasa yang sama

Meski raga tiada bersua

Membentang jarak yang kian menghalau Baca lebih lanjut

Catatan Serpihan

Bismillahirrahmanirrahim

Perjalanan itu terasa amat panjang, jiwa-jiwa yang melaluinya mulai merasa keletihan. Jeda sejenak untuk melepas letih dan menyeka peluh yang kian menganak sungai.

Image

Allah memberi yang kita butuhkan, bukan yang kita ingini..

Dalam jenak-jenak putaran waktu dan dalam gulungan-gulungan cerita yang kita ukir setiap hari, ada kata yang memonopoli hidup kita. Memonopoli untuk menyetujui egoisme kita, mendominasi untuk mengalahkan rasa kita maka dialah “Ingin”. Aku ingin begini, aku ingin begitu. Di tiap bait-bait do’a yang terpanjat, masih terselip kata “Ingin”. Tapi, “butuh” tak selamanya “Ingin” kita. Tahukah kita bahwa dalam rangsangan dan reflex ada ruang yang tercipta, disitulah letak “Ingin” kita dibenarkan, tetapi bahwa rangsangan dan reflex itu letak “Ingin” Allah pada kita. Bisa jadi “Ingin” kita sejalan dengan “Ingin” Allah, namun terkadang justru “Ingin” itu ambivalen. Maka, Ingin Allah adalah yang merajai Ingin kita, karena Allah paling tau “butuh” kita…

Apakah ini ujian, cobaan, adzab atau…???

Terkadang kaki kita tersandung, tubuh kita terjengkang, wajah kita terjerembab, oleh laku yang tercipta. Ianya datang disikapi bermacam-macam, merutuki takdir, menyalahkan orang lain, atau lari dari masalah. Namun, mestinya kesadaran kita disentak bahwa ini bukan sekedar ujian, cobaan atau adzab tapi ini adalah tarbiyah. Tarbiyah dari Allah untuk menggiring kita pada sebuah kesadaran paripurna tentang hakikat kita sebagai hamba atas laku, kata dan fikir kita yang tak sejalan dengan aturanNya. Maka, tiada mesti kita merutuki setiap sandungan itu yang justru baik dan membaikkan diri kita.

Antara logika dan nurani… Baca lebih lanjut

Keep Ur Heart!

Jagalah hati

the original picture was from here

Siapa yang tidak kenal hati?? Makhluk paling lembut yang pernah Allah ciptakan, menyibuki segala macam aktivitas kita hingga mengusang oleh jutaan gesekan rasa. Dialah hati. Yang terletak diantara dua jari jemari Ar rahman, betapa mudahnya ia berbolak balik seperti telah diwasiatkan nabi dan direkam oleh ahlul hadits.

Benarlah jika hati itu mampu menangkap getar, mengolah dan memutuskan untuk diredam atau diresonansikan. Hati menangkap getar rasa, mengolah hingga berjibaku menjadi sebuah keniscayaan, memberi putusan yang menganak dua arah, keburukan atau kebaikan namun disaat yang sama mampu meresonansikannya dengan gelombang yang sedemikan rupa. Baca lebih lanjut