Untukmu di Istana Cahaya

Bismillahirrahmanirrahim

Gambar

Hari itu, Aurora berkata “Aku akan melangkah, sejauh yang kakiku sanggup menjejak”, dan Cahaya hanya tertawa dan mengucapkan terima kasih yang begitu dalam. Baca lebih lanjut

Iklan

Catatan Serpihan

Bismillahirrahmanirrahim

Perjalanan itu terasa amat panjang, jiwa-jiwa yang melaluinya mulai merasa keletihan. Jeda sejenak untuk melepas letih dan menyeka peluh yang kian menganak sungai.

Image

Allah memberi yang kita butuhkan, bukan yang kita ingini..

Dalam jenak-jenak putaran waktu dan dalam gulungan-gulungan cerita yang kita ukir setiap hari, ada kata yang memonopoli hidup kita. Memonopoli untuk menyetujui egoisme kita, mendominasi untuk mengalahkan rasa kita maka dialah “Ingin”. Aku ingin begini, aku ingin begitu. Di tiap bait-bait do’a yang terpanjat, masih terselip kata “Ingin”. Tapi, “butuh” tak selamanya “Ingin” kita. Tahukah kita bahwa dalam rangsangan dan reflex ada ruang yang tercipta, disitulah letak “Ingin” kita dibenarkan, tetapi bahwa rangsangan dan reflex itu letak “Ingin” Allah pada kita. Bisa jadi “Ingin” kita sejalan dengan “Ingin” Allah, namun terkadang justru “Ingin” itu ambivalen. Maka, Ingin Allah adalah yang merajai Ingin kita, karena Allah paling tau “butuh” kita…

Apakah ini ujian, cobaan, adzab atau…???

Terkadang kaki kita tersandung, tubuh kita terjengkang, wajah kita terjerembab, oleh laku yang tercipta. Ianya datang disikapi bermacam-macam, merutuki takdir, menyalahkan orang lain, atau lari dari masalah. Namun, mestinya kesadaran kita disentak bahwa ini bukan sekedar ujian, cobaan atau adzab tapi ini adalah tarbiyah. Tarbiyah dari Allah untuk menggiring kita pada sebuah kesadaran paripurna tentang hakikat kita sebagai hamba atas laku, kata dan fikir kita yang tak sejalan dengan aturanNya. Maka, tiada mesti kita merutuki setiap sandungan itu yang justru baik dan membaikkan diri kita.

Antara logika dan nurani… Baca lebih lanjut

The Secret Admirer

Bismillahirrahmanirrahim

The original picture was from flickr

Masya Allah…Hey, jangan berfikir macam-macam dulu apalagi mengernyitkan dahi membaca jadul eh judul diatas..Akhwat Pejuang sedang tidak memiliki secret admirer atau menghendaki memilikinya. Hanya ingin menuliskan ini, ohohoho…akhwat pejuang juga sedang tidak kena syndrome secret admirer tapi, yasudahlah..ini tentang sebuah kisah seorang wanita dengan pengagum rahasia yang banyak. Dari yang super malu-malu hingga mengutus burung merpati menyampaikan rasanya sampai yang super malu-maluin meminta sang kilat memproklamirkan rasanya pula menyebabkan beberapa pasang mata harus mengalihkan pandang. Sebut saja namanya Baca lebih lanjut