Kabar Untuk Angin

Pernah datang dengan semilir lembut

Membawa kisah masa lalu

Menyusuri lorong hati hingga bersatu

Kemudian hilang tanpa kabar

Lalu datang dengan badai dan puyuh

Meluluhlantakkan segala bunga rasa yang sedang bermekaran

Apa kabarmu angin? Baca lebih lanjut

Seikat Kata Maaf

Mari bercermin sejenak pada sebuah telaga bening bernama hati. Semoga kedalamannya memberi satu peluang bahwa masih ada ruang untuk sekedar membuka harapan pada sebuah kata maaf. Semoga telaga itu tak keruh penuh dengan prasangka, curiga dan kemarahan..

Tulisan ini saya buat untuk mewakili hati yang bersalah. Bersalah karena telah menyembunyikan satu hal yang besar menurutnya. Ianya tak berbohong, hanya tak ingin memberikan celah bernama kemarahan untuk berkuasa. Meski ia tau bahwa efek domino yang terjadi akan lebih besar bahwa ia tak akan dipercaya lagi. Ia memohon diampunkan karena tak ingin membagi duka pada banyak pribadi bukan karena ia tak percaya tapi karena ia tak ingin menyusahkan pihak yang memiliki tempat sendiri di hatinya, saudaranya. Ia menyimpuhkan kedua belah tangannya atas sikap yang tiada berkenan dibanyak kesempatan atas puluhan tanya untuk berkata “ya” sebagai jawabannya. Tapi mari beri sedikit momen untuk jiwa melihat jauh lebih dalam. Baca lebih lanjut

Titip Rindu Untuk Riri…

Riri…

Mungkin tulisan ini tak akan ia baca, bahkan hanya akan menghiasi blog saya. Meskipun begitu saya menuliskannya memang bertujuan agar ia membacanya, meskipun saya tau peluang untuk itu sangat kecil. Namanya Riani..ia biasa dipanggil Riri. Kami tak pernah bertemu  secara fisik, hanya lewat sms dan lewat jaringan itu kami saling mengenal. Lebih kurang satu setengah tahun yang lalu ia pindah ke pulau bagian barat Indonesia, Sumatra tepatnya di kota Palembang. Awal perkenalan kami hanya lewat sms, dan sampai detik ini tak pernah bersua secara fisik. (Ya sudah Q…hubungi saja lagi lewat sms!kalau perlu telepon!gitu aja kok repot?) Jika itu bisa saya lakukan, maka telah lama saya lakukan. Nomor yang dulu pernah ia pakai menghubungi saya, kini sudah tidak aktif. Lalu beberapa waktu yang lalu, ia pernah mengontak saya sewaktu masih di lokasi KKN. Waktu itu, Riri ada di Makassar dan akan ke salah satu kabupaten untuk menghadiri acara pernikahan saudara suaminya. Sayangnya tiap kali ia menghubungi, ia selalu menggunakan nomor pribadi. Dan setiap kali saya angkat akan tulalit karena jaringan dilokasi KKN sangat minim bahkan hampir tidak ada. Pakai nomor pribadi pula. Tau kan nomor pribadi bagaimana? Bisa menghubungi kita tapi tidak bisa kita hubungi puff…… Baca lebih lanjut

Cinta?Again!

Qalbun Saliim

Again!topik yang bagi saya tak pernah habisnya untuk dibahas oleh siapa saja dan dalam masa yang tak pernah lekang. Cinta…memaknainya tak butuh sederet teori. Memaknainya tak butuh ratusan seminar atau talk show. Karena ia bukan kata sifat atau kata benda. Cinta, amor, love, hubb or aid dan sejumput kata asing lain adalah sebuah kata kerja. Maka memaknai cinta adalah memaknai kerja. Lalu bagaimana dengan proses kerja itu sendiri?. Cinta bekerja dengan awalan men- bukan di-. Mencintai berarti memberi cinta, bukan dicintai yang berarti diberikan cinta. Hidup yang penuh dengan kerja untuk men-cintai, adalah sebuah hidup untuk memaknai hidup.  Sebagian besar bahkan kebanyakan orang lebih berfokus untuk menunggu cinta yang dicintai tanpa berfokus untuk memberi cinta pada yang dicinta. Hm…cinta..

Suatu hari seorang sahabat pernah berkata begini pada saya, Baca lebih lanjut