Berapa Kali??

Bismillahirrahmanirrahim

Berapa kali kita diciptakan? Sederhananya, berapa kali kita hidup?

Sekali?

Tidak!

Tapi, dua kali.

Kita sedang berada pada kehidupan yang pertama. Kehidupan di dunia ini. Disini, menyaksikan pemandangan yang indah, yang akrab dengan kita sejak bangun hingga terlelap.

Apa saja yang kita saksikan?

Banyak!

Ada mereka yang belajar, ada mereka yang bekerja, ada yang bertransaksi, kendaraan yang berlalu lalang, ada mereka yang berbicara, ada mereka yang tertawa, ada mereka yang tertidur, ada yang makan, ada yang senantiasa sujud, ada yang mentadabburi Al Qur’an, yah.. disini kita hidup, menjalani setiap fase yang telah digariskan kepada kita. Bersama keluarga, sahabat, kawan, suami ataupun isteri, tetangga, kenalan.

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).(QS. Ali Imran:14) Baca lebih lanjut

Filosofi Tukang Parkir

Suatu siang yang indah mengawali perjalanan kami berdua yaitu Saya dan sahabat saya. Siang terik mengantarkan kami untuk membawa obat sakit gigi bagi penghuni sebuah hotel bintang lima dibilangan pettarani. Obat sakit gigi itu untuk kakak sahabat saya. Ini kali pertama saya menginjakkan kaki di hotel tersebut rasanya seperti berada dibagian lain kota Makassar. Maklum, gaulnya bukan di hotel. Yang menarik pandangan mata saya adalah lahan parkir yang berisi mobil-mobil mewah. Berbagai merk mobil kenamaan berjejer rapi, mengkilat dan menunjukkan kelas pemiliknya yang high. Saya coba mereka-reka nilai lahan parkir tersebut yang mungkin bernilai milyaran rupiah (Heheh,,,sempat juga ngitungnya!). lantas pandangan saya beralih pada pria yang memakai rompii oranye lengkap dengan topi dan peluit yang menghiasi lehernya bukan sebagai kalung sebab entar disangka orang gila yang menggantung peluit dileher sebagai kalung (He….he…) tapi siap dipeluit sewaktu-waktu, kan daripda mengandalkan suara yang terbatas pake peluit aja, nadanya juga bisa diatur empat per empat atau tiga perempat hussy…ngaco… Baca lebih lanjut

Jangan Menyerah!

Sepertinya saya harus berterima kasih pada sebuah provider telepon celluler. Sebuah info sel melekat paten pada layar desktop hape saya. Tulisannya pendek, hanya dua kata HIDUPKAN SUKSESMU! Tapi kata-kata itu ajaib bagi saya. Sukses memang harus dihidupkan, disaat-saat saya merasa “sedikit” terpuruk dengan kondisi yang jauh dari target dan idealitas. Saya tak ingin muluk-muluk dengan target dan idealitas itu. Meskipun saya akui, semestinya saya harus punya plan A, B dan C mengantisipasi kemungkinan jika memang jauh dari target. Tapi, untuk urusan yang ini tak ada plan B dan C, rencana awal harus segera direalisasikan. Jawabanya cuma satu! MAJU! Tak ada kata mengganti dengan yang lain atau mundur teratur. Baca lebih lanjut