Membangun Peradaban

Gambar

Ketika diberi masa untuk mencetak generasi maka, disitulah kita membangun peradaban.

“Hhh… sudahlah, kau tak membantu sama sekali. Aku menghubungimu untuk ditenangkan menghadapi ini. Tapi, sudahlah”. Desahnya lirih.

“aku bicara lebih realistis. Memang kamu butuh itu kan? Tapi ini sudah diluar kebiasaan”. Sergahku sengit.

“Sebentar kita lanjut. Aku sudah mau pulang dan tidak mungkin berbicara diatas motor. Okey?” lanjutku.

“Hmm… aku tidak janji bisa nelpon lagi. Assalamu alaaikum”

“kamu harus menelepon lagi, wa’alaykumussalam”.

Tut, tut, tut…

Telepon genggam ditanganku kumasukkan ke dalam saku tas. Senja kemerahan mengantarku pulang ke rumah. Itu percakapan dengan sahabatku via telepon sore itu. Sepanjang perjalanan aku berfikir, betapa kasihannya sahabatku menjadi guru yang tak digaji berbulan-bulan. Sekolah baru yang ditempatinya mengabdi belum mampu membiayai gaji guru-gurunya, karena masih harus berusaha memenuhi kelengkapan berkas agar layak dinyatakan sebagai sebuah sekolah berstatus negeri. Baca lebih lanjut

Iklan

Mereka Bagian Inspirasiku

Terkadang kita dibuat terkagum-kagum oleh ratusan kisah heroik picisan ala anak muda. Atau sederet kisah berlabel “Islam” yang menggelora. Hanya saja, untuk yang satu ini saya begitu tersentak dan terinspirasi. Saya hanya tak bisa membayangkan sebuah zaman yang berisi orang-orang super. Bagi kita super bisa berarti superman, batman, spiderman, de el el..tapi inilah mereka para sahabat Rasululllah Shallallahu’Alayhi Wasallam.

Sirah telah menorehkan kehebatan mereka. Ratusan pribadi telah melalui proses tarbiyah oleh madrasah nubuwwah yang kental dengan aroma wahyu dan kepekatan didikan sang Uswah. Ratusan pribadi itu tak menjadi sosok yang lain dalam proses pembentukannya. Tak menjadi sosok yang asing bagi keluarganya atau kerabatnya kecuali satu dasar prinsip taqwa yang kian menghujam. Mereka tumbuh dalam sibghah yang luar biasa, menembus batas kisah manusia super abad ini. Baca lebih lanjut

Ingin Terus Berkarya…

Meski sederhana namun, postingan ini istimewa untuk mereka yang telah meluangkan waktunya sekedar menengok apa yang saya goreskan. Aksara yang terpahat di weblog ini tidak banyak, masih minim makna, minus manfaat, hanya mencoba mengalirkan letupan-letupan huruf yang siap berjejer dan membentuk kata.

Kepada mereka yang mengambil manfaat, semoga terus mengalir jariyah. Kepada yang menemukan inspirasi, teruslah berkarya tanpa batas. Kepada yang menemukan makna, jangan berhenti memahaminya!

Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungannya. Kunjungan anda semua terlihat melalui traffic, komentar dan hasil pencarian mesin searching. Kunjungan itu membuat saya terus ingin menulis, memahat huruf demi huruf, menyusunnya meski terkadang terseok dengan aktivitas yang menggerus masa. Tulisan telah membangkitkan ide-ide yang lama terpendam usia dan ketidakdisiplinan. Terima kasih dan jangan berhenti memberi nasehat yang membangun! Baca lebih lanjut