Pakaian Takwa

sumber gambar: google

sumber gambar: google

Ketika wahyu itu turun dan dikabarkan pada mereka lewat lisan suami, saudara, ayah atau kaum muslimin lainnya, seketika itu pula mereka mencari celah bumi untuk bersembunyi melindungi diri dari pandangan manusia, menarik apa saja yang berada disekitarnya untuk segera merealisasikan titah Langit yang agung itu. Tak ada komentar berlebihan, keluh ataupun kesah. Hanya sami’na wa atha’na. Kepatuhan sesegera gelombang suara menyentuh indra pendengaran. Baca lebih lanjut

Jawaban Untuk Adi Muliadi

original picture was from here

Bismillahirrahmnairrahim

Alhamdulillah wa barakallahu fiek atas kunjungan Adi Muliadi berikut permintaannya dalam kotak komentar Stop Pamer Aurat! Untuk memberi apresiasi yang besar atas permintaannya maka, saya memilih untuk mengulasnya dalam satu tulisan khusus. Hal ini bertujuan agar kotak komentarnya tidak jadi halaman postingan, sekaligus bisa dibaca oleh kalangan yang lebih luas. Untuk menjawab permintaan tersebut, berikut saya kutip komentarnya…

“saya membutuhkan sebuah pendapat dari anda tentang cara yang cepat agar jilbab bisa dipakai di indonesia terkhusus buat kaum muslimah sehingga jilbab tidak menjadi buah bibir di masyarakat sebagai busana yang kuno
syukran sebelumnya”

Ketika membaca permintaan tersebut maka, saya mendapati bahwa permintaan ini mengandung dua pokok permasalahan. Yang pertama, pertanyaan bagaimana cara cepat agar jilbab bisa digunakan oleh muslimah di Indonesia. Baca lebih lanjut

Stop Pamer Aurat!!

Saya mau berbagi pengalaman dengan mereka yang mengaku dirinya wanita muslimah. Yang mengakui Allah sebagai Ilahnya dan Rasulullah sebagai utusanNya. Juga kepada saudari-saudari saya yang masih ragu dengan janji Allah. Ini semua kumpulan pengalaman pribadi yang saya alami di sepanjang perjalanan menyusuri jalan di kota ini. Sedikit malu juga sebagai wanita. Ceritanya begini, waktu itu saya sedang jalan di depan pusat perbelanjaan di jantung kota Makassar, nah di tepi jalannya berjejer tukang becak yang kadang sedikit maksa untuk ditumpangi. Hmmm…mungkin tuntutan profesi dan asap dapur (hehe..). pas turun dari pete-pete (istilah angkot di Makassar) saya lantas melanjutkan perjalanan dengan kaki, soalnya kalau berhenti lebih depan lagi, khawatir supirnya bisa ditilang.

Cerita punya cerita, dalam perjalanan itu di depan saya juga ada seorang wanita yang berpakaian yang sangat kontras dengan kostum saya sebagai muslimah. Baca lebih lanjut

Saksikanlah Bahwa Aku Seorang Muslimah!

Finally…jika saya harus memperoleh semuanya dengan konsekuensi perpisahan dengan sahabat saya, maka saya memilih untuk tetap pada pendirian awal bahwa saya tak ingin mengetahuinya..maaf saya tidak terpancing untuk itu…

Yah…saya adalah wanita. Wanita yang menurut teori memiliki kelemahan, wanita yang cenderung mengedepankan perasaan daripada logika, wanita yang mudah larut oleh suasana lantas terjerembab dan ketika telah sadar lantas berlinang air mata..yah, itu wanita…

Tapi, maaf…saya bukan sekedar wanita. Saya bukan sekedar perempuan yang lahir juga dari rahim perempuan. Tapi saya muslimah. Islam telah mengangkat saya, Islam telah memuliakan wanita. Yah, saya wanita… tetapi saya wanita Islam.. yang punya kacamata agama dalam menimbang. Yah saya wanita…saya punya rasa, tetapi saya adalah muslimah yang dibina dengan wahyu bahwa rasa tak boleh melumpuhkan nalar. Kain-kain rombeng yang ditawarkan kepada saya tak akan saya tukar dengan sutra terbaik yang pernah saya pintal dengan air mata dan pengorbanan. Saksikanlah bahwa saya adalah muslimah…

Baca lebih lanjut