Rindu

Gambar

Pada rindu yang membuncah

Terbentang lautan memisah

Dalam detak jantung yg memacu

Aku tertahan

Pada mula yang tak mulus

Kita merasa

Merasai rasa yang sama

Meski raga tiada bersua

Membentang jarak yang kian menghalau Baca lebih lanjut

Sahabat

Berlalu masa bersama,
Tersimpan sebuah tanya dari tatapmu yang dalam
Mengapa masih disini sahabatku?
Lalu saat kau tanyakannya sekali lagi
Maka dengan lantang ku jawab

Tak ada kata pergi dari kamusku sahabat

Baca lebih lanjut

SENDIRI

Ketika keramaian tak mampu mengusir sepi, tetap saja merasa SENDIRI.

Ketika semangat tak mampu menepis gundah, tetap saja merasa SENDIRI.

Ketika gaduh tak mampu meredam diam, tetap saja merasa SENDIRI.

Ketika puluhan pasang mata memandang, namun tak satu pun mampu melihat lebih dalam, semakin merasa SENDIRI

Ketika harapan menjadi angin, SENDIRI semakin merajai.

SENDIRI, kata yang menemani dalam diam.

Dunia boleh melihat dengan tatapan aman, namun tak ada yang melihatnya di sisi kosong. Ada kata SENDIRI….

(My favorite place…merasa sendiri dari manusia, bukan dari pengawasanNYA)

Senandung

Gelap semakin menenggelamkan malam
Dalam sisa-sisa kehangatan mentari sore
Sambil ku raba pusara hati yang telah kering oleh evaporasi peradaban
Kurasa tiada yang berarti, hampa

Sayup-sayup ku dengar lantunan hewan malam
Memberi kabar bahwa malam ini akan dingin
Sedingin kembara kalbu yang mulai rapuh
Dimana lagi kan kucari lentera

Ketika manik mata tak mampu menampung keluh kesah
Maka, ia akan tumpah dalam bait-bait doa diatas hamparan sajadah
Kala kini buatku merasakan ringannya kapas yang diterbangkan angin

(Malam Diawal Januari ’08)

Fragmen untuk Huda

Fase yang berbeda telah engkau pilih

Menentang arus yang tak bersahabat

Tak ku lihat redup semangat tuk mengayuh dayung bajamu

Masih ada asa yang kau tuang dalam cawan hatimu

Bahwa esok kelak kau akan sampai pada pelabuhan yang kau tuju

Fase yang berbeda telah kau pahat

Kau ukir menjadi sebuah prasasti perubahan Baca lebih lanjut